Langsung ke konten utama

Postingan

Menyusuri Museum Penerangan di TMII

  Sekali mendayung 2-3 pulau terlampau. Pepatah ini memang cocok sekali untuk menggambarkan aktivitas saya hari ini, hari kamis, 20 Marwt 2025. Sekali datang ke Museum Penerangan di Taman Mini Indonesia, saya bisa mendapatkan 3 hal. selain saya bisa berkeliling museum penerangan, saya juga bisa bertemu teman-teman dari Komik (Kompasianers Only Movie), plus ikut muspen tslk Bersama kelas Liarsip yang membahas Behind the Lens Ratna Asnara sutradara perempuanpertama di Indonesia dalam rangka Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret. Semua dari Mbak Dewi Semua berawal dari ajakan Mbak Dewi Puspa, selaku founder komik. Karena Taman Mini Indonesia Indah tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya di Depok, maka saya mau  ikutan, walau awalnya saya agak bentrok dengan jadwal jemput anak sekolah.  Namun Alhamdulillah semesta mendukung. Selepas ulangan berakhir di hari senin, lalu ada kegiatan lain di hari selasa, ternyata krucil saya kurang enak badan. Kayakanya dia ke...
Postingan terbaru

jalan-jalan ke Stasiun Tangerang dan Sekitarnya

Untuk kali Kedua di bulan puasa 2025 ini, saya memutuskan untuk jalan-jalan lagi naik kereta commuter line. Dan lagi-lagi dadakan. Sesusai dengan panutan banyak orang, kalau yang dadakan itu biasanya berjalan sukses hehehe. Jadi hari minggu 16 Maret 2025 selepas salat subuh, kok saya kepikiran mau jalan-jalan lagi. Tapi ke mana ya? Pastinya bulan jalan-jalan ke hatimu, ya eeeaaaa. Pastinya jalan-jalan yang dekat-dekat saja, bikin hati senang dan sesuai isi saldo e-money hahaha. Akhirnya kepikiran coba naik kereta commuterline dari stasiun Pondok Cina Depok sampai sampai stasiun Tangerang. Kebetulan saya memang belum pernah sampai saja. Baru sampai stasiun Batu Ceper saat saya jalan-jalan naik Transjakarta atau Tije, juga saat akan naik kereta bandara untuk menjeput teman saya dari Makassar.  Nah, kalau saya sudah berhasil ke stasiun Tangerang, maka saya sudah melengkapi berkunjug ke stasiun-stasiuan paling ujung atau stasiun akhir. Sebelumnya saya sudah ke stasiun Bogor, Rangkasbit...

Keuntungan Jalan-Jalan Saat Bulan Puasa

Puasa kok jalan-jalan? Apa tidak capek dan haus? Terus batal puasanya. Saat puasa bulan Ramadan kan enaknya ngadem rebahan di rumah sambil nonton drakor. Eh.. hahaha. Saya juga awalnya berpikiran seperti itu. Kayak kurang kerjaan saja ya, bulan puasa malah keluyuran ke tempat wisata. Memang tidak ada hari lain? Tapi, kalau dipikirkan terus, maka saya tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya jalan-jalan saat puasa Ramadan.  Namanya juga penasaran, kan? Pengi beda gitu dengan yang lainnya. Karena yang bed aitu.. sesuatu hahaha. Lagian kalau saya jalan-jalannya pas hari lebaran, itu sudah biasa.. halah.. Gayane saya ini. Apalagi saya kan freelance. Jadi dari segi waktu memang lebih fleksibel. Jadi pas lebaran, saat orang desak-desakan di tempat wisata atau bermacet-macet ria di jalan, saya sudah santai di rumah makan ketupat opor ayam, sambal goreng ati hahaha. Nah, jalan jalan pas puasa itu, pernah saya lakukan saat masih berada di Kebumen. Saya susuri beberapa Pantai pantai di kebu...

Akhirnya naik kereta api Rangkasbitung Merak setelah 2 kali Gagal

  Setelah gagal 2x naik kereta Api Rangkasbitung-Merak, akhirnya, pada hari minggu, 9 Maret 2025, saya berhasil naik  juga pada percobaan ketiga hahaha. Segitu senangnya saya hahaha. Keingian Naik Kereta Comuterline Rangkasbitung-Merak Sejak naik kereta Walahar PP dari Cikarang ke Karawang saat eksplor stasiun kereta Whoosh Karawang  lalu dilanjutkan ngebakso pertama kali di Karawang , saya kok ingin mencoba kereta lokal lainnya. Adalah Mbak Utari, teman blogger dan penulis cerita anak yang mempromosikan kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Kebetulan Mbak Utari tugasnya di serang, jadi memang sering naik kereta commuter line itu. Oke siap. Namanya saya penasaran, makanya saya pun ingin segera mewujudkan list saya itu. Apalagi tiketnya sangat pas di hati dan kantong. Hanya 3000 rupiah saja. Maka pada suatu hari di hari libur nasional, saya pun meniatkan diri untuk mencoba naik kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Sesuai arahannya, dari stasiun Pondok Cina Depok, saya menuju ke M...

Pertama Kali menikmati Sate Maranggi di Cipanas

Foto : Bambang Irwanto Teman-teman sudah pernah mencicipi sate maranggi? Saya sudah di Cipanas. Dan ini baru pertama kalinya saya meninkmati sate yang berasal dari daerah Purwakarta Jawa Barat itu. Pasti teman-teman banyak yang tidak percaya kan? Hehehe. Beragam jenis sate hadir di Indonesia. Beberapa sate khas daerah sudah pernah saya coba. Mulai dari sate klopo Surabaya, sate ayam Madura, sate Padang, termasuk sate ambal Kebumen yang bumbunya khas dari tempe yang termasuk kuliner khas Kebumen  Dan pada dasarnya saya suka sate. Tapi dengan catatan daging yang digunakan memang umum dikonsumsi, ya. Misalnya daging ayam, sapi, kambing, atau kerbau. Termasuk sate kerang hehehe. Nah saya pernah tergoda untuk mencicipi sate kelinci saat saya berkunjung ke wisata Baturaden Purwokerto Jawa Tengah. Tapi kok saat akaan memesan, saya langsung teringat pada Bobo ikon majalah anak-anak hahaha. Gagal lah mencoba sate kelinci untuk pertama kalinya hehehe. Pertama Kali Menikmati Sate Maranggi Nah...

Perjalanan Seru Pergi Pulang Bogor-Cipanas lewat Jalur Puncak

  Foto : Dewi Puspa Selama ini, saya selalu mendengar orang pergi liburan ke puncak Bogor yang memang sepertinya mempunyai magnet tersendiri. Kadang kalau ada long weekend, pasti orang akan berbondong-bondong ke puncak. Makanya saya langsung teringat pernah nonton di televisi, liputan orang-orang yang menawarkan penginapan atau villa di pun pak Bogor. Mereka berdiri atau duduk di sepanjang jalan sambi memegang papan bertuliskan "Sewa Villa. Atau pernah juga saya menonton jasa Ganjal ban mobil saat posisi mobil sedang berada di tanjakan dan sedang macet. Ke Puncak Bogor, yuk! Rabu 26 Februari 2025, akhirnya saya merasakan sendiri perjalanan pergi pulang Bogor-Cipanas melalui puncak Bogor. Jadi ceritanya, saya diajak oleh ClicKompasiana & Kreatoria berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Tentu saja saya senang sekali. Seperti mimpi saja bisa menginjakkan kaki di istana Kepresidenan seluas 26 Hektar itu. Foto : Kang Bugi Saya berangkat pagi naik KRL  dari stasiun Pondok Ci...

Menyusuri Sejarah Depok di Jalan Pemuda Depok

Sudah hamper 4 tahun di depok, saya baru tahu di jalan Pemuda Depok berjejer tempat bersejarah. Dan ini baru saya ketahui, saat diajak jalan-jalan oleh CliKompasiana dan Kreator saat Herigate Depok bulan Januari 2025 kemarin.  Jadi di jalan Pemuda ini rangkaian cerita seputar Sejarah Depok dengan benang merahnya adalah Cornelis Chastelein seorang pedagang belanda yang memiliki peran prnting dalam Sejarah lahirnya Depok. Berawal dari cornelis membeli tanah di depok dari pemerintahan Belanda. Tuan Tanah itu lalu membangun rumah dan tanah pertanian di Depok.  Cornelius Chastelein (Foto : Nawacita Post) Cornelius pun mendatangkan budak dari berbagai daerah di Indoneisa. Namun Cornelis sangat berbeda. Ia sangat memanusiakan budaknya, bahkan dimerdekakan. Tidak hanya itu para budak juga diajarkan baca tulis. Nah, Yuk, kita mulai menyusuri jalan Pemuda untuk menyambangi tempat-tempat bersejarah di sana. Biar alur ceritanya dan tempat yang dikunjungi berurutan, kita masuk saja dari ja...